News Ticker

FAQ: Gimana caranya dapat beasiswa?

Academy Building University of Groningen (foto: dok. penulis)

Familiar dengan pertanyaan tersebut? Pernah bertanya demikian atau pernah mendapatkan pertanyaan serupa?

Hampir bisa dipastikan pertanyaan ini pernah diterima oleh para mahasiswa yang studi dengan dana beasiswa. Selain pertanyaan, bisa juga datang dalam bentuk permintaan, seperti “Ceritain dong gimana bisa dapat beasiswa…” atau “Bagi dong tips-tipsnya supaya dapat beasiswa..”

Saya pernah mengobrol soal ini dengan beberapa teman sesama penerima beasiswa dan kami sama-sama sepakat bahwa kami harus bersedia membantu jika ada yang membutuhkan informasi seputar beasiswa. Jangan lupa bahwa banyak peran orang lain juga lho sampai seseorang mendapat beasiswa, di antaranya dosen atau atasan di tempat kerja yang membantu memberikan surat rekomendasi, teman-teman yang saling memberikan informasi seputar sekolah dan beasiswa, teman dan mentor yang memberikan masukan untuk motivation letter, dan lain-lain. Kalau mau disebutkan masih banyak lagi…termasuk guru-guru kita yang mengajar dari SD sampai universitas.

Intinya dalam hidup ini, saya sepakat dengan istilah ‘pay it forward’. Sebagaimana salah satu kutipan dari film berjudul sama, “When someone does you a big favor, don’t pay it back… pay it forward.”

Namun, sebelum bertanya langsung kepada para penerima beasiswa, ada proses yang (seharusnya) sudah dilewati. Perlu diingat bahwa sekarang sudah era teknologi dan informasi, jadi usahakan kita mencari informasi terlebih dahulu sebisa kita (try to be self-sufficient). Meskipun masing-masing beasiswa memiliki persyaratan dan proses yang berbeda, jika dirangkum secara umum tahap-tahap yang harus dilewati adalah sebagai berikut.

Menentukan bidang studi yang ingin diambil

Kita tertarik untuk belajar di bidang apa? Jika sudah tahu jawabannya, lanjutkan dengan mencari informasi mengenai universitas-universitas yang ingin kita tuju dan memiliki program studi yang kita minati.

Sebagian orang sudah punya impian tersendiri mau kuliah di negara mana, misalnya Amerika Serikat, Jerman, Inggris, atau yang penting di Eropa supaya bisa eurotrip. Hehe.. Punya preferensi tertentu sah-sah saja. Yang penting ingat tujuannya untuk belajar, jadi harus mencari sekolah yang memang berkualitas.

(baca juga salah satu artikel dari Indonesia Mengglobal ini)

Untuk referensi peringkat universitas, di antaranya bisa dilihat di laman Times Higher Education Ranking dan QS University Ranking.

Mana lebih dulu: mencari info sekolah atau beasiswa?

Nah, ini hal yang penting dan setiap orang memiliki pertimbangan yang berbeda. Saya sendiri sebenarnya mengumpulkan informasi beasiswa terlebih dahulu atau sekolah berkualitas baik yang menawarkan beasiswa. Meskipun mendaftar beasiswanya terlebih dahulu, pada akhirnya kita harus tetap mendaftar ke universitas dan usahakan tetap memilih universitas dengan peringkat yang baik.

Selain itu, masing-masing beasiswa juga memberi persyaratan yang berbeda-beda. Ada yang mengharuskan kita sudah diterima di universitas tertentu, adan yang tidak. Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) misalnya, tidak mengharuskan pendaftarnya diterima di universitas pada saat mendaftar beasiswa. Setelah pendaftar diterima, barulah memulai proses aplikasi ke universitas.

Membuat daftar berbagai beasiswa

Biasanya pendaftaran beasiswa dibuka setahun sekali, namun ada pula yang tiap semester. Karena sifatnya konsisten setiap tahun, kita bisa memperkirakan waktu aplikasi, deadline, dan pengumumannya. Meskipun waktunya tidak sama persis, tapi biasanya tidak terpaut jauh dari jadwal tahun sebelumnya.

Dengan mengetahui jadwal tersebut, kita bisa memperkirakan waktu untuk mempersiapkan berbagai dokumen persyaratan.

Beberapa beasiswa yang tersedia di antaranya:

Erasmus Mundus (Eropa)

Australia Awards Scholarship (Australia)

Total Scholarship (Prancis)

New Zealand-ASEAN Scholars Awards (New Zealand)

Fulbright dan Beasiswa Prestasi (Amerika Serikat)

DAAD (Jerman)

Korean Government Scholarship (Korea)

Selain itu, banyak pula beasiswa yang ditawarkan oleh pihak universitas. Untuk yang satu ini, kita harus teliti browsing di masing-masing laman website universitas yang bersangkutan. Kebanyakan beasiswa universitas ini sifatnya bukan beasiswa penuh, misalnya ada yang meng-cover tuition fee saja tanpa memberikan tunjangan kebutuhan hidup sehari-hari (monthly allowance). Namun ada pula universitas yang memberikan beasiswa penuh seperti yang saya dapatkan sekarang. Jadi memang benar-benar harus mencari informasi satu per satu.

5.00 avg. rating (92% score) - 1 vote
About Maisya Farhati (1 Articles)
An Economics graduate who's not much interested in numbers. It's about what beyond.