News Ticker

Sekilas Tentang Programmer di Indonesia

Kali ini saya akan menceritakan bagaimana pengalaman saya sebagai programmer. Saya pertama kali mendapatkan proyek itu ketika masih kuliah, kala itu proyeknya adalah membuat aplikasi pembelajaran bahasa arab dengan Macromedia Flash (yup, masih di bawah Macromedia,  bukan Adobe).  Rasanya mendapatkan uang pertama kali itu wih bangganya minta ampun. Walaupun jumlahnya tak seberapa tapi ketika melihat program itu jalan itu ada rasa bangga. 🙂

Kemudian setelah kuliah saya magang di salah satu BPR di Jawa Tengah. Di situ saya merasakan saya bukan programmer tapi sebagai IT support. Dan dipanggil ketika ada masalah apapun yang berkaitan dengan teknologi. Dari mulai entry data, speedy lemot, sampai printer tidak jalan. So I can assure you that there is a bit of true story in IT Crowd (“Have you tried to turn it off and on again?”) 😀

Petualangan selanjutnya ketika saya mendapatkan pekerjaan sebagai .Net programmer di salah satu perusahaan asing di Bali. Di perusahaan ini saya baru benar-benar belajar best practice di bidang pemrograman. Dan karena klien perusahaan kebanyakan itu dari Australia, otomatis saya harus belajar bahasa Inggris. Jadi siang hari jadi programmer dan malam hari jadi murid untuk belajar bahasa Inggris. Yes it’s tiring but it’s really worth the effort.

Setelah itu saya pindah kerjaan, masih di Bali, tapi kali ini di perusahaan Denmark. Berbeda dari yang sebelumnya klien adalah perusahaan yg well established dan tidak terlalu banyak perubahan di teknologinya, kali ini saya bekerja di Startup. Di tipe perusahaan seperti ini, kita diharuskan menjadi programmer yang fleksibel dan mampu mengembangkan viable product. Saya belajar beberapa bahasa baru di perusahaan ini, dari produk Microsoft sampai teknologi open source. Pusing, memang. Tapi lagi-lagi, ketika kita berhasil melihat produk kita di akhir dan produk yang kita bangun itu berguna untuk orang lain itu rasanya memuaskan 🙂

viable

Downside menjadi programmer di Indonesia itu memang kurang dihargai daripada programmer di luar negeri. Walaupun saya kira ini masalah umum engineer di seluruh Indonesia. Hal ini dapat ditutup dengan mencari proyekan di luar jam kerja (di luar jam kerja ya, kita tetap harus profesional). Kalau kerjaan kita bagus Insya Allah dapat lagi, hehehe..

Dan melihat perkembangan IT di dunia saat ini, saya melihat saat ini mulai banyak perusahaan dari luar negeri yang membuat development center di Indonesia, baik dari Asia, Eropa, maupun Australia. Dan kita pun dapat bekerja di luar negeri. Saya punya beberapa teman yang bekerja di Malaysia atau Singapura. Btw kalau mau bekerja di luar negeri belajar bahasa Inggris itu wajib ya 😀

5 Tulisan Terakhir Oleh Aslam Hadi

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Aslam Hadi
About Aslam Hadi (2 Articles)
Software engineer at day, Starcraft player at night.